Jumat, 26 Februari 2010

BIR PLETOK

Bir ini minuman Halal, karena memang nggak ada alkohol dan dibuatnya dari gula, jahe dan kayu secang …Inilah minuman tradisional Betawi …alias Bir Pletok ….

Kita bisa temukan dan beli bir pletok ini di Kampung Budaya Betawi di Situ Babakan – Srengseng Sawah seharga 10ribu rupiah saja… yang mau silahkan kesana … bisa liat pembuatannya sekalian …. namanya juga wisata kuliner.. banyak makanan dan minuman tradisional betawi punya …

Mari kita lestarikan budaya kuliner kita....

sumber : http://makanlagilagimakan.wordpress.com/tag/betawi/

- Lily -

MIE SELAT


Pertama kali mendengar Mie Selat, rada bingung juga makanan jenis apa?.

Itu pengalaman pertama kali datang ke Jakarta dan berkunjung ke tempat kost an sepupu di daerah Jatinegara di tahun 1990 an.

Setelah menghadapi makanannya ternyata mie selat adalah serupa dengan gado-gado namun sebetulnya bedanya cukup jauh juga. Bahan utamanya mie basah dingin yang biasanya dicampur dengan kentang, sayuran, tahu dan diberi bumbu kacang yang encer plus toping kerupuk (makanya sepintas jadi mirip dengan gado-gado). bumbu kacangnya beda dengan gado-gado karena untuk mie selat si bumbu kacang diberi campuran bawang putih seperti ketoprak namun lebih encer. Selain ada tambahan bawang putih, bumbu kacang mie selat biasanya terasa lebih asam dibandingkan bumbu ketoprak atau gado-gado.

Mungkin hanya sedikit orang yang mengenal nama jenis makanan yang agak langka ini. Entah darimana asalnya makanan satu ini, mungkin mie selat ini sejenis makanan peranakan peranan Cina Betawi sebab aku juga baru mengenal makanan ini setelah tinggal di Jakarta

Kalau mau cobain ada di "Gado-Gado Jatinegara" atau ke Pasar Cawang Kavling dan cari encik2 yang jualan Mie Selat namanya encik Elan dari jalan Kebun Sayur, Cawang dan aslinya Mie Selat ini dari Jembatan Hitam Mester.

Mari kita hunting kuliner budaya kita .....

-Lily -

SOTO BETAWI KARTINI RAYA


Mengingat nostlagia jaman masih di Pelatnas, pulang dari Ragunan ke mess Kartini Raya, Jakarta Pusat kita langsung menyantap soto betawi yang ada di pinggir jalan tersebut. Soto betawi ini bukanya mulai sore hari sampai tengah malam.
Soto betawi yang merupakan salah satu warisan budaya kuliner makanan asli Jakarta ini, di era modern ini tidak kalah bersaing dengan kuliner modern yang mewah.
Pelanggan di sini mulai dari yang jalan kaki, naik sepeda, naik motor, mobil umum, mobil pribadi sampai mobil mewah.
Rasanya mantap apalagi dengan dicampur jeruk limo, sambel, kecap manis ditambah dengan acar timun. Nyam...nyam...
Jadi lapar nih......
Nggak sulit nyari lokasinya kalau dari arah Sawah Besar sebelum perempatan Gunung Sahari, belok kiri masuk jalan Kartini Raya, nggak jauh dari situ sebelah kiri dan di pinggir kali kita bisa nemuin tenda Soto Betawi.
Don't miss it guys...


- Lily -


Soto Mie Karang Anyar


Menurut cerita dari orang asli Jakarta kalau Soto Mie yang letaknya di daerah Pasar Baru, Jl. E Karang Anyar sudah ada sejak kurang lebih separo abad yang lalu. Ini adalah salah satu warisan budaya kuliner yang bertahan sampai dengan saat ini. Soto mie Nikmat milik keluarga Haji Sahadi khas Rancamaya, Bogor awalnya berbekal pikulan dan dijajakan keliling di daerah Krekot Bunder.

Lokasi tempat makan ini tidak di pinggir jalan utama karena lebih tepat di sebut gang dan berada di lingkungan perumahan jadi bagi yang baru kenal dengan soto mie ini, agak sulit mencari. Tapi soto mie ini sudah cukup kesohor sehingga orang di seputaran Jalan Karang Anyar bisa jadi peta berjalan. Sederhana tapi cukup bersih, begitu tampilan tempat ini. Di bagian depan ada plang bertuliskan Soto Mi Haji Sahadi. Kalau kita datang, langsung dilayani dan biasanya kita akan ditanya, apakah ingin soto mie campur, atau ada pilihan lain. Campuran soto mie sederhana saja, bihun, mie, kol, diguyur kuah daging dengan potongan daging. Tambahannya, risoles dan emping bulat sebesar piring ukuran sedang. Biasanya emping dipecah-pecah dan diberikan kecap manis. Untuk harga Rp 15.000/porsi, ukuran soto mie semangkok besar dengan daging menumpuk menutupi campuran lain, tentu sepadan. Jika Anda ingin tambah emping, ya, tambah Rp 3.000 sedangkan satu risoles dibanderol Rp 1.000. Soal rasanya berbeda dari soto mie lain. Menurut Sumayadi, putra kedua dari enam bersaudara, yang kini bergantian dengan adik-adiknya menjalankan bisnis ayahnya, Haji Sahadi, daging yang digunakan sejak jaman sang ayah adalah daging kepala dan urat ditambah daging sop (daging iga). Hajah Mumun, istri Haji Sahadi, memang diserahi tugas mengelola bisnis ini namun karena usia beranjak senja, maka urusan ini akhirnya diturunkan pada keenam putra-putrinya. ”Kita bergantian seminggu-seminggu jaga di sini,” kata Sumayadi.

Sekarang Soto Mie Karang Anyar sudah memikili cabang di ruko Kelapa Gading, di Jalan Boulevard Raya FX1 no 3, yang mengelola adik dan kakak perempuan Sumayadi. Buat yang suka makanan berkuah, di siang yang panas atau siang selepas hujan, soto mie ini bisa jadi pas. Bumbu dan kuah daging, apalagi jika ditambah sambal, cuka, kecap manis, slurpppp ... ini beradu dan menghasilkan rasa yang bikin mulut enggan berhenti menyeruput sampai kuah ludes. Soto Mi Nikmat Haji Sahadi buka dari Senin-Minggu sejak pukul 08.00 hingga pukul 19.00.

Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2009/07/04/11404816/Soto.Mie.Karang.Anyar..Bertahan.Lebih.dari.Setengah.Abad

- Lily -

Es teller MEGARIA (Sari Mulia Asli)


Es Teler adalah minuman es berisi potongan buah alpukat, kelapa muda, nangka matang, dan santan kelapa encer dengan pemanis berupa sirup. Es yang dipakai bisa berupa es serut atau es batu.

Variasi lain es teler berisi cincau, kolang-kaling, dan pacar china, potongan buah apel, pepaya, sawo, melon, roti, dan agar-agar, hingga es teler menjadi sulit dibedakan dengan es campur.

Sejarah, Es teler diciptakan Tukiman Darmowijono, pedagang es campur dengan gerobak di Jalan Semarang Jakarta Pusat pada tahun 1980-an. Es campur kreasi Tukiman begitu enak sehingga anak-anak muda yang meminumnya mengaku keenakan seperti "teler" akibat mengkonsumsi narkoba. Es kelapa muda bercampur alpukat yang dijual Tukiman di Jalan Semarang kemudian dikenal sebagai "es teler."

Lantas bagaimana kisahnya hingga es teler ini bisa berada di Kompleks Megaria dan menjadikan kawasan itu bercitra es teler? Pembeli yang datang bermobil menimbulkan antrian parkir mobil yang dirasakan penduduk Jalan Semarang dan sekitarnya sebagai pengganggu ketenangan. Jalan Pegangsaan tahun 1970-an jadi tempat berkumpulnya musisi seperti Keenan Nasution, almarhum Chrisye, Fariz RM, Ramli, dan Guruh Soekarnoputra. Selain, tentu saja, anak muda lain di masa itu. Maka dagangan Tukiman mulai mendapat tempat di hati warga Jakarta, tentu lewat promosi dari mulut ke mulut dan liputan media massa.. Es teler Tukiman harus pindah ke Jalan Pegangsaan Barat dan kemudian ke dalam kompleks bioskop Megaria. Kedai es teler Tukiman di kompleks bioskop Megaria sekarang bernama kedai ayam bakar dan es teler Sari Mulia Asli.

- Eny -

Susu Tante (Ketan Susu Kelapa Parut)


Ketan Pakai Susu dan Kelapa Parut

Ingin menikmati makanan murah meriah dan menghangatkan?

Jenis makanan ini bisa ditemukan di warung ketan susu di Garuda Ujung Kemayoran, Jakarta Utara. Selain menjual ketan susu, warung yang sudah beroperasi sejak 1960-an ini juga menyediakan aneka gorengan dan tehpoci.

Proses pembuatan ketan susu tidak ribet. Selama satu jam ketan diolah. Setelah matang ditaburi parutan kelapa lalu disiram susu. Tidak tanggung-tanggung, dalam satu hari warung ini bisa menghabiskan tiga karung beras ketan.

Ketan disantap dengan gorengan, salah satunya tempe. Rasanya pun unik, perpaduan antara rasa manis, gurih, asin yang berasal dari ketan, kelapa, susu, dan tempe. Untuk bisa menikmati makanan ini pengunjung cukup mengeluarkan uang Rp 3.000, sudah termasuk ketan susu dan tempe. Sementara teh poci juga sehargaRp 3.000.Warung ini buka selama 24 jam.(YNI/AncaLeksmana)

benarnya kita punyatempe, singkong, dan tempe goreng. Minumannya biasa aja sama seperti warung kopi lainnya, ada kopi, kopi susu, air jeruk dan tehmanis. Tapi biasanya mereka yang datang kesini pasti mencarinya ketansusu," ujar Amin.
Setiap hari warung yang berukuran hanya 3 x 3 meter ini selalu penuh sesak dengan kedatangan para pengunjung. Mereka yang datang tidak hanya warga sekitar tapi juga warga di luar Kemayoran seperti CempakaPutih, Sunter, Kelapa Gading, dan Rawamangun.

Keistimewaan ketan susu adalah rasa ketan yang gurih dengan butir-butir beras ketan yang lembut. Apalagi jika sudah dicampur dengan parutan kelapa dan susu manis kental diatasnya. "Ketannya biasa saja di rebus," kata Amin. Tanpa susu kental manis, ketan sudah terasa gurih. Tapi tak jarang saking gurihnya pengunjung yang meminta sedikit saja dilumuri susu kental manis. Biasanya menikmati ketan susu 'teman' bersantap ada sepotong tempe yang digoreng garing. "Ketan susu selalu makannya pakai tempe goreng," kata Amin. "Ada tempe selalu ada ketan susu," lanjutnya lagi. Satu porsi ketan (tanpa susu kental) dengantempe garing harganya Rp 2.500,-Sedangkan bila ditambah dengan susu kental manis harganya Rp 3.000,- Untuk minumnya teh poci selalu jadi minuman yang tak boleh dilupakan. Kalau datang pada malam hari sambil ngobrol-ngobrol menyerumput teh poci terasa lebih nikmat. Harganya teh pociRp 3.000,- yang bisa diseduh untuk 2-3 orang.

- Shallynt & Debby -

Nasi Lonte


Ada sedikit cerita tentang pemburuan Nasi Lonte ini. Itu adalah hari pertama saya tiba di Medan. Pesawat mendarat dari Kuala Lumpur di Polonia Airport Medan sekitar jam 8 malam. Staf Hotel Polonia (hotel yang saya booking) datang menjemput.

Barengan saya ada satu tamu dari Jakarta. Dengan sendirinya saya ajak dia bicara. Rupanya tamu tersebut adalah pengusaha yang secara rutin setiap 2 minggu sekali ke Medan. Dia memberi nasehat agar hati-hati kalau malam hari berkeliaran di Medan karena banyak preman dan tukang taksinya nakal-nakal. Karena omongan dia itulah akhirnya waktu pergi mencari Nasi Lonte saya nggak berani bawa kamera. Sampai hp dan dompet yang berisi kartu kredit dll pun saya simpan di kamar hotel. Saya hanya mengantongi Rp. 100.000 di kantong.

Karena ingin memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, begitu tiba di hotel dan habis mandi, langsung saya turun ke lobby untuk menanyakan lokasi tempat penjualan Nasi Lonte ini. Di bagian Reception pas waktu itu ada 3 orang. Satu cewek, 1 cowok dan 1 tante. Dengan sendirinya saya menghampiri yang cewek dan tanya, “Non, di mana sih kalo mau cari Nasi Lonte?” Rupanya omongan saya terlalu cepat. Yang dia dengar bukan nasi lonte tapi lonte tok. Dengan terkesima dia menjawab, “Lonte? Maaf awak tidak tau.” Karena setelah dijelaskan bahwa yang dimaksud adalah Nasi Lonte dia juga tetap tidak tau, saya menghampiri yang tante. Karena saya pikir pengalaman dan pengetahuan tante kan lebih banyak. Rupanya si tante tidak tau juga, demikian pula dengan yang cowok.

Untung saya sudah ada persiapan dari Menado. Saya keluarkan peta Kota Medan dan menunjuk lokasi Jl. Makmur, tempat penjualan Nasi Lonte itu. Setelah mereka bertiga bertukar pikiran sambil lihat peta, si tante akhirnya bilang sebaiknya dia bilang ama si abang taksi kira-kira di mana Jl. Makmur itu. Spontan saya setuju dan berterima kasih atas kebaikannya.

Rupanya si abang taksi nggak paham juga setelah dijelasin. Setelah puter-puter nggak ketemu, dia nelpon dengan hpnya, tanya ke temennya. Akhirnya dari satu jalan besar dia belok ke satu jalan yang lumayan besar juga dan berhenti di depan pertokoan yang di depannya ada stall jual nasi. Karena takut si abang taksi sembarangan stop dan ngibulin, saya tanya ke tukang parkir di situ dan ternyata benar.

Nasi Lemak dengan Rendang Sapi dan Telor Dadar Rp. 12.000,-

Saya menghampiri ibu yang jual nasi dan tanya sekali lagi apakah benar tempatnya Nasi Lonte. Dia mengangguk-angguk ketawa dan tanya mau makan di tempat atau bungkus. Begitu saya bilang mau bungkus, dia menunjuk ke toko sebelah dan bilang kalau bungkus ibu yang satunya lagi yang nangani. Akhirnya ibu yang satunya lagi itulah yang saya interview sambil membeli 2 bungkus nasi.

Alkisah, dulu mereka jualannya bukan di Jl. Makmur yang sekarang, tapi di Jl. Sei Kambing yang letaknya juga tidak jauh dari tempat sekarang. Waktu itu memang jualannya mulai jam 11.00 malam dan yang beli memang di antaranya ada lonte-lonte (PSK). Tapi dia tidak pernah kasih nama nasinya sebagai Nasi Lonte. Itu adalah nama yang diberikan oleh orang-orang sekitar. Setelah bertahun-tahun dan lumayan maju baru mereka mampu pindah ketempat yang sekarang dan jam jualannyapun dimajuin jadi mulai jam 5 sore.

Ada dua macam nasi yang dijual, yaitu nasi sayur dan nasi lemak. Kedua-duanya lauk-pauk sama. Bedanya cuma yang nasi sayur itu nasinya nasi biasa dan yang nasi lemak itu nasinya nasi uduk. Lauk pauk standardnya adalah labu siam, kacang, ikan teri, ikan gepeng (yang ukurannya 2 kali ikan teri), tauge, sedikit bakmi, sambal dan 2 iris ketimun. Setelah itu kita boleh tambah lauk ekstra seperti ayam goreng dll.

Mau tau harganya? Yang saya beli kan 2 bungkus. Satu bungkus yang nasi sayur saya tambahkan ayam goreng. Harganya cuma Rp. 10.000. Satu bungkus lagi yang nasi lemak saya tambahkan rendang sapi dan telor dadar. Yang ini Rp. 12.000. Wah murah banget. Pantes yang makan disitu banyak dan tidak ada meja yang kosong. Setelah sampai di hotel saya makan kedua bungkus nasi itu sampai hampir habis. Uenak! Dan rasanya unik karena berupa campuran Nasi Jawa dan Nasi Padang. Strongly recommend bila ada SGers yang ke Medan harus cobain hawker food unik dari Medan ini yang namanya juga unik.

Well, hunting Nasi Lonte berhasil. Tapi ada buntutnya yang nggak enak. Taksinya nggak mau pake meter. Waktu sampai di hotel dia minta Rp. 60.000. Nawar-nawar akhirnya jadi Rp. 40.000. Pikir-pikir itu kan sama dengan 4 bungkus nasi sayur dengan ayam goreng. Wah, begitu hari pertama langsung kena getok. Sial amat! (artikel disadur dengan permisi dari sendokgarpu.com tanpa mengubah seluruh materi)

Source: Nasi Lonte, Murah Enak | Berita Cerita Kota Medan http://www.medantalk.com/nasi-lonte-...#ixzz0cPfsIfOx Copyright: www.MedanTalk.com

- Luffy -